PENDIDIKAN
Oleh
: Isti Faizah
Tulisan ini
adalah cerita tentang seorang pemimpin bangsa, bapak pendidikan nasional
Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Nama asli Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas
Suwardi Dewantara. Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara kecil
Suryaningrat. Ki hajar kecil senang bergaul dengan anak-anak jelata. Termasuk
salah satu teman kentalnya bernama Sariman.
Politik balas
budi Belanda yang diusulkan Van Deventer, melalui Trilogi Van Deventer, sebagai
gambaran, kenyataannya hanya untuk kepentingan penjajah, bukan untuk kepentingan
rakyat yang terjajah. Walhasil, penjajah adalah penjajah. Anak-anak jelata
seperti Sariman di kampung dekat puri Ki Hajar Dewantara tinggal pada akhirnya
tidak pernah memperoleh pendidikan yang diadakan oleh penjajah. Singkat kata,
ternyata Suwardi tidak dapat bersekolah bersama Sariman di ELS, hanya karena
Sariman anak jelata.
Naluri
kemanusiaan Suwardi benar-benar tersinggung terhadap kebijakan diskriminatif
dari pemerintah Belanda ini. Sementara itu keinginan bersekolahnya juga harus
dicapai. Itulah sebabnya maka Ki Hajar Dewantara bertekad akan bersekolah
dengan tujuan agar kelak dapat membantu Sariman dan anak-anak jelata agar dapat
bersekolah. Getar hati untuk bersekolah dan untuk dapat membantu Sariman dan
kawan-kawannya itulah yang senantiasa telah membimbing Ki Hajar Dewantara untuk
berjuang dalam dunia pendidikan bagi rakyat negeri ini
Diolah dari tulisan Suparlan, pada jurnal LIMAS
edisi 14, Juli 2005 hal 45-47
Cd key windows 7
YKHFT-KW986-GK4PY-FDWYH-7TP9F
Tidak ada komentar:
Posting Komentar