Senin, 21 Mei 2012


PENDIDIKAN
Oleh : Isti Faizah

Tulisan ini adalah cerita tentang seorang pemimpin bangsa, bapak pendidikan nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Nama asli Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Suwardi Dewantara. Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara kecil Suryaningrat. Ki hajar kecil senang bergaul dengan anak-anak jelata. Termasuk salah satu teman kentalnya bernama Sariman.
Politik balas budi Belanda yang diusulkan Van Deventer, melalui Trilogi Van Deventer, sebagai gambaran, kenyataannya hanya untuk kepentingan penjajah, bukan untuk kepentingan rakyat yang terjajah. Walhasil, penjajah adalah penjajah. Anak-anak jelata seperti Sariman di kampung dekat puri Ki Hajar Dewantara tinggal pada akhirnya tidak pernah memperoleh pendidikan yang diadakan oleh penjajah. Singkat kata, ternyata Suwardi tidak dapat bersekolah bersama Sariman di ELS, hanya karena Sariman anak jelata.
Naluri kemanusiaan Suwardi benar-benar tersinggung terhadap kebijakan diskriminatif dari pemerintah Belanda ini. Sementara itu keinginan bersekolahnya juga harus dicapai. Itulah sebabnya maka Ki Hajar Dewantara bertekad akan bersekolah dengan tujuan agar kelak dapat membantu Sariman dan anak-anak jelata agar dapat bersekolah. Getar hati untuk bersekolah dan untuk dapat membantu Sariman dan kawan-kawannya itulah yang senantiasa telah membimbing Ki Hajar Dewantara untuk berjuang dalam dunia pendidikan bagi rakyat negeri ini

Diolah dari tulisan Suparlan, pada jurnal LIMAS edisi 14, Juli 2005 hal 45-47
Cd key windows 7  YKHFT-KW986-GK4PY-FDWYH-7TP9F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar